Ketika Mata ini tertunduk malu,
Terpejam bagai malas membukanya.
Ada rindu memaksa menghantui jalannya,
Mempercepat debaran aneh di hati
Seperti madu yang mengalir di bibir,
Ach,…………………………
Ketika mata ini terbuka,
Mencoba menatap, melihat dengan nyata,
Getaran halus itu mulai jelas arahnya,
Jemari tangannya pun bergetar,
Menangkap dan menyentuh semua yang ada didepannya.
Nelangsa,……………………..
Nikmat,………………………..
Semua penuh dengan haru birunya,
Gairahpun mulai terasa hangat,
Dan mimpi menjadi gelora hati,
Ach..………………………..
Andai Mata ini tak perlu membuka dan menatapnya……………
Biar semua tergantung diatas langit yang tinggi
Berkerjaran, dan menari bagaikan awan.
Bandung, 22 Agustus 2008
larissaboga
