My Desire

Ketika Mata ini tertunduk malu,
Terpejam bagai malas membukanya.

Ada rindu memaksa menghantui jalannya,
Mempercepat debaran aneh di hati
Seperti madu yang mengalir di bibir,

Ach,…………………………

Ketika mata ini terbuka,
Mencoba menatap, melihat dengan nyata,

Getaran halus itu mulai jelas arahnya,
Jemari tangannya pun bergetar,
Menangkap dan menyentuh semua yang ada didepannya.

Nelangsa,……………………..
Nikmat,………………………..
Semua penuh dengan haru birunya,
Gairahpun mulai terasa hangat,
Dan mimpi menjadi gelora hati,

Ach..………………………..

Andai Mata ini tak perlu membuka dan menatapnya……………

Biar semua tergantung diatas langit yang tinggi
Berkerjaran, dan menari bagaikan awan.

Bandung, 22 Agustus 2008

larissaboga

My Tragedy

Bertahan diantara kekerasan, airmata dan…..
kepedihan yang berkepanjangan,
Tanpa mencoba menghentikan.

Tak berdaya melawan segalanya.
Satu persatu menghampiri dan meninggalkan luka yang dalam.
Masing-masing dengan keangkuhan dan pembenarannya sendiri,
Seolah telah menjadi musuh yang kuat dan mahluk yang sempurna.

Kadang kita lupa,
Kebenaran itu Indah,
nyaman,
menenangkan,
lembut dan……………
Mutlak milik ILlahi.

Ada rasa rindu yang mencekam jiwa ini,
Rindu akan indahnya sentuhan, sapaan ataupun ……………
Pandangan lembutnya dan tatapan mata yang meneduhkan
Juga,……….menggetarkan hati.

Rindu akan indahnya,…………..
Ketulusan,
cinta,
dan persahabatan………………

Jakarta, duapuluhlimajuliduaribudelapan

larissaboga

My Review

(Untuk orang yang berbeda dari yang lainnya)

Awal yang menakjubkan dan mengetarkan seluruh jiwa raga
Menatap bumi yang kian jauh,
Laksana burung yang terbang tinggi,
Meneropong langit dengan kasat mata

Fajar merekah, langit memerah
Di ufuk timur cahaya Mu bersinar terang,
Menerangi celah-celah gumpalan awan
Hamparannya menjadi sajadah panjang
Dalam ketenangan yang mencekam, tunduk dalam genggamanMu
Senyum dan rasa syukur, mengalir dalam ruas darahnya

Ketika kegelapan, menegurnya dengan keras,
Ketika badai menerjangnya dengan kuat,
Ketika angin menghempasnya dengan kencang,

Mengaburkan segala pandangan dan rasanya,
Menutup segala kebahagian yang telah dimiliki,
Menghancurkan segala keteguhannya,
Membekukan segala kehangatannya,

Terlepaslah dari segala beban,
Terlepaslah dari segala ego,
Terlepaslah dari segala keberanian,

Hingga ujung persimpangan yang mencekam,
Diantara jeritan hati dan tangis ampunan
Ada Tangan-Tangan kuat yang menariknya,
Mengguncangkan jagat raya dan memberi nafas yang segar

Banyak pujian tulus, juga menyilaukan
Lorong waktu yang panjang menjadi saksi bisu……….

Illahi diatas sana masih menatap tajam…………
Semoga Dia memeluknya kembali.

Jakarta, duapuluhlimajuniduaribudelaplan

larissaboga

My Joy,………..

Keteguhan hati,
Perjuangan yang keras,
Ketenangan fikiran dan,
Kecerdasan akal,
Hingga airmata yang mengalir,
Semua bukti ketulusan jiwa.

Jiwa yang tergadai
Dengan taruhan harga diri dan bangsa.

Perbedaan telah ditampakkan,
Dan Illahi diatas sana memeluk dengan kelembutan Nya.

Segala puji bagi Penguasa langit dan bumi.
Hanya Dia lah yang mengizinkan kebahagian ini.

Cisarua, delapanbelasjuniduaribudelapan

larissaboga

My Soul,………

Kadang lidah kelu untuk mengucap,
Ada benang merah yang membantu.

Kadang kehilangan dan kerinduan berbeda tipis,
Ada sujud yang menebusnya.

Semua peristiwa berkejaran dalam kehidupan,
Kadang menguatkan, kadang juga melemahkan hati,
Berpegang eratlah dengan “tangan-tangan kuat Illahi”

“Buat lelaki yang berbeda dari yang lainnya”

Jakarta,sepuluhmeiduaribudelapan

larissaboga

My Little Rabbit

Sorot mata yang indah, menelanjangi dunia mayaku
Menarik lembut kemasa silam,
Ada rindu yang menggigit dalam tatapan keduanya,
Bias dalam cakrawala senja,
Menggetarkan jiwaraga hingga menitikkan
air mata yang jarang menetes,
Entah kenapa, ada rasa menghanyutkan disini.

Kekasih kecilku yang manis,
Cantik matamu, geliat hidupku
Cukup menatap dan tersenyum semua telah bercerita
Tentang masa dan kerinduan

Kadang nampak guratan dan kelelahan dimata indahmu
Tapi kunikmati tatapanmu, bercerita banyak tentang kehidupan
Jalan panjang dan penuh liku, kadang getir, kadang gelak tawa
Cukup menatap dan tersenyum, walau kadang ingin kubelai wajahmu
Ataupun kekecup matamu yang bermakna indah.

Ada batas, ada norma, ada juga khayalan dan mimpi,
Semua berkejaran berlarian tanpa lelah,
Asyik mengharap berhenti sejenak sekedar pelepas rindu,

Kekasih kecilku yang manis,
Kau tetap mata indahku dan bersemayam dalam dada,
Entah hingga kapan, terlalu banyak ingatan dan impian
Tanpa ruang dan waktu.

Jakarta, duapuluhduaagustusduaribulima

larissaboga

My Feel,…………..

Satu-satu mengalir di pipi,
Dihapus dan dihapus lagi, tersipu malu.
Sesak dada ini menahannya,
Ingin berlari kepelukannya bersandar sebentar
Dan dengarkan debar jantung di dadanya,
Sekedar melepaskan gejolak yang dirasakannya.

Roda kehidupan terus berputar, membawa kita jauh berjalan
Dan kadang berlarian menggapai sesuatu yang tidak pasti.
Menambah satu-dua lembaran putih dirambutnya.

Satu-tiga kenangan lama bermain dimatanya
Kilatannya mampu mengguncangkan detak jantung
Walaupun,
Tetap disana dengan angkuhnya
Berbatasan dengan norma dan ikatan
Sedang khayal dan keinginan tetap lepas bebas
Menerawang menembus waktu menuju langit yang tertinggi.

Dan berharap pada Illahi akan menyatukannya kelak……………

Jakarta, Empatbelasfebuariduaribuenam

larissaboga

My Sweety,……….

Nelangsa,…………………
Saat diri tiada lagi berarti

Perih,………………………..
Saat diri mudah untuk dilupakan

Pilu,…………………………..
Saat diri diabaikan dan ditinggalkan

Jatuh,………………………
Saat diri mencoba berdiri dan tersenyum

Menangis,…………………
Saat diri berjalan di lorong waktu

Jakarta, tujuhbelasseptemberduaributujuh

larissaboga

Lukaku,………..

Ada rasa dalam hati,
Ada getaran hati dalam tangan ini,
Genggam dan tak kulepaskan,

Untuknya adalah waktu senggang,
Tapi,……….
Tidak untuk tangan, mata dan detak jantungku,

Akan tergenggam erat dan kubawa pergi
berjalan,……
berlari sendiri………….
ataupun
terbang menembus awan,……….

Jakarta, sembilanbelasnovemberduaributujuh

larissaboga

My Friends,

Menunggu itu pekerjaan yang memerlukan kesabaran,
Walaupun tidak ada yang mengharuskan menunggu.

Tapi kadang manusia senang berharap cemas,
Sedikit menyenangkan diri dan mendebarkan hati
Kadang hingga merusak ritme detak jangtungnya

Tapi itulah harapan,
Walaupun hampa dan tidak berguna,

Tapi kadang membiuskan dan melenakan
Membuat semua menjadi tak terkendali

D
an akhirnya pun harus kecewa
Kadang jenuh dan bertobat, tapi tergoda lagi

Ingin berhenti melangkah dan berpaling,………..
Tapi sangat sukar , Ajaib dan luar biasa

Buat yang disana, sangat biasa saja.
Ataupun tersenyum sinis mentertawai kebodohan yang terjadi.

Ha ha ha , Cinta memang berlebihan,……….

Jakarta, sepuluhjuliduaribudelapan

larissaboga